Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Pemuda

Pagi, menyambut puasa 10 Muharam, enaknya kultwit ttg apa ya? #MikirKeras

Baiklah, sy coba kultwit seputar “Pemimpin Indonesia Masa Depan” aja ya. Sila simak.

Indonesia kini memasuki babak baru dlm sejahrahnya. Babak baru ini ditandai dgn faktor demografi & kelas menengah yg tumbuh subur

Menurut sebuah sumber, 60% penduduk Indonesia (demografi) saat ini berusia 45 thn ke bawah.

Dan kelas menengah Indonesia terus berkembang hingga kini mencapai 50% dari total populasinya.

Dua faktor ini cukup menjadi alasan utk qt bs mengatakan bhw Indonesia kini memasuki babak baru dlm sejarahnya.

Dan jk qt tilik peradaban2 besar di dunia, selalu dimulai dr usia produktif (45 thn ke bawah) yg lbh dominan ketimbang usia nonproduktif

Maka, dr tanda2 ini, tak berlebihan kiranya jk kita mengatakan bhw Indonesia kini memasuki era kejayaannya.

Era kejayaan ini harus direspon dgn satu keharusan yaitu “mengawinkan” Indonesia dgn leader yg tepat.

Saat ini qt butuh pemimpin yg asli dr kalangan muda. Jelas ini utk merespon kelompok usia 45 thn ke bhw yg mendominasi Ind

Bukan pemimpin tua yg bergaya muda.

Anda paham dgn maksud sy pemimpin tua yg bergaya muda? Yah, itulah mereka yg usianya sudah uzur tp tak sadar dgn perubahan zaman.

Mungkin mereka menggunakan gadget yg canggih2. Tp fitur yg mereka gunakan hanya utk telp, sms, dan bbm. Sisanya mereka tak paham.

Qt butuh pemimpin yg bs mewakili generasi muda utk merespon segala kelebihan2nya.

Pemuda itu gudangnya kreativitas, idealitas, semangat, lincah, optimis, melek teknologi, merdeka. Qt butuh pemimpin yg bs akomodir mereka

Pemuda tak bs dikekang. Bahkan mereka bs melawan negara di abad modern ini. Simak kisah Arab Spring di Timur Tengah sana.

Pemimpin tua tak akan bs merespon sebagus respon pemimpin muda terhadap kelompok usia 45 thn ke bawah ini.

Qt harus memilih pemimpin yg murni dr pemuda. Bukan kalangan tua yg mengaku2 muda. Karena aspek orisinalitas ini penting. Sekian 🙂

follow me on twitter @nuralimuchtar

anak muda itu harusnya penuh vitalitas dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. kegairahan melingkupi jiwa dan raganya sehingga setiap orang yang berinteraksi dengannya merasakan aura itu. aura yang terpancar dari sorot matanya yang berbinar menyala-nyala. gerakan-gerakannya yang lincah nan tangkas. bicaranya yang seperti toa cetar-cetar membahana.

anak muda tidak boleh lemas. kalo lemas, jadi orang tua aja. anak muda harus mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu. anak muda harus kuat melakukan perjalanan-perjalanan jauh yang menyita banyak energi. anak muda juga gak boleh gampang sakit. apalagi jika Anda mengaku sebagai seorang aktivis.

aktivis dalam kesehariannya bisa dibilang bukan manusia-manusia normal. mereka melakukan sesuatu yang tidak dilakukan kebanyakan orang. mereka peduli pada nasib bangsanya, maka mereka berlelah paya bergerak dan berbuat. orientasi mereka adalah kemaslahatan umat. jadi, seorang aktivis ini wajib bin kudu bin mesti bin harus memiliki tubuh yang sehat sebagai penunjang aktivitasnya. kalo tidak didukung fisik yang prima, bisa-bisa seorang aktivis mejadi pasivis karena baru kecapean sedikit, udah tepar. aktivis gak boleh gitu. aktivis harus seperti anak kecil yang baru dapet mainan dari orang tuanya: senang, jingkrak-jingkrakan, bergairah, penuh vitalitas.

“antum kayaknya sehat terus Akhi, padahal kemaren antum yang harusnya paling kelelahan. lah ini antum sekarang malah yang paling seger diantara yang lain. kok bisa?”

beberapa tips yang mungkin bisa kita coba:
1. olahraga secara teratur seminggu minimal dua atau tiga kali selama 30 menit tiap kali olahraga. yang murah2 aja, misalnya: lari. tapi usahakan lari di tempat segar yang ditumbuhi banyak pohon. rasakan efeknya setelah lari.
2. usahakan makan makanan buatan orang rumah. sebisa mungkin hindari makan makanan di luar. alasanya adalah karena kita tidak tahu tingkat higienis masakan tersebut. kalo buatan orang rumah, insyaAllah bersih lah ya cz kan buat mulut-mulut kita sendiri. hindari juga makan-makanan cepat saji. penyakit “orang kaya” salah satunya lewat pintu ini kan?
3. istirahat yang cukup dan jangan bergadang. masing-masing orang berbeda untuk kebutuhan akan istirahat ini. ada yang dalam satu hari cukup dengan tidur 5 jam. ada juga yang butuh 8 jam. namun jangan sampe lebih dari 8 jam yah. simak surat As-Sajdah ayat 16: “lambung mereka jauh dari tempat tidur”. maksud ayat ini, orang-orang beriman itu sedikit waktu tidurnya. kalo malem mereka banyak ibadah, kalo siang banyak kerja.
4. hiduplah dengan jiwa optimis. hadapi segala macam problematika hidup dengan gunung kegairahan. nyalakan sumbu api kegairahan dalam benak kita seolah ia adalah larva yang ingin memuntahkan kawah api kehidupan. insyaAllah dengan gairah ini, badan kita akan bisa menyesuaikan dengan beban-beban kerja yang berat sekalipun.

insyaAllah itu dulu
wallahualam
cayooo 🙂

Pemuda zaman, di langit kehidupan. Namanya melegenda, dalam ingatan kolektif manusia. Rahasianya, karena ia mengabdi untuk manusia dan kemanusiaan. Ia tak ego memikirkan dirinya sendiri, karena ia telah keluar dari lingkar dirinya menuju lingkar orang lain. Memikirkan orang lain, diri sendiri pun dapet. Memikirkan diri sendiri, tak akan sempat memikirkan orang lain. “Orang yang hidup hanya untuk dirinya, akan menjadi orang kerdil. Orang yang hidup untuk orang lain, akan menjadi orang besar (pahlawan)”, begitulah kata Asy Syahid Sayyid Qutb. Barang siapa bertanya, bagaimana agar bisa keluar dari lingkar diri menuju lingkar orang lain. Jawaban sederhananya ada di kata singkat nan mulia berikut: BERDAKWAH. Karena di dalam berdakwah, seluruh orientasinya adalah menyeru orang lain pada jalan kebenaran. Sungguh mulianya pekerjaan ini.

Mungkin Anda akan menemukan seorang petani yang pekerjaannya menggarap ladang, jauh lebih mulia ketimbang seorang pengacara terkenal seantero jagat. Mungkin iya sekasat mata bahwa sang pengacara ini lebih “wah” ketimbang petani. Tapi, itulah pandangan manusia. Bahwa segalanya serba terbatas, tak bisa melihat dari sisi lain. Dan sisi yang lain itu, hanyalah Allah yang maha tahu. Itulah takwa. Inilah karakter inti pemuda zaman.

Suatu ketika, saat Rasul bersama para sahabat duduk-duduk di pelataran masjid, datang seorang yang berpenampilan amat sangat sederhana. Lantas Rasul bertanya pada para sahabat: “Bagaimana pendapatmu mengenai orang itu?”. “Dia tak berarti apa-apa di mata kami. Apabila ia bertamu, semua orang akan acuh. Pabila melamar seorang gadis, penolakan yang ia bawa”, begitu jawaban para sahabat. Lantas datang orang kedua dengan tampilan parlente. Rasul pun kembali bertanya pada para sahabat, “Sekarang, bagaimana pendapat kalian mengenai orang yang kedua ini?”. Sabat pun menjawab, “Dia adalah orang mulia di sisi kami. Apabila ia datang, semua orang akan takjub dan menyambutnya dengan ramah. Dan pabila ia melamar seorang gadis, tak ada yang kuasa menolaknya”. Dan Rasulpun menjawab: “Orang yang pertama jauh lebih mulia kedudukannya di sisi Allah ketimbang yang kedua”.

Begitulah pandangan manusia. Bahwa ia tak mampu melihat apa yang sesungguhnya ada di dalam hati seseorang. Berbeda dengan penglihatan Allah yang maha tahu akan segala sesuatunya. Lantas, jika kita mengetahui kaidah ini, masihkah kita berlomba-lomba untuk caper (pemer) kemuliaan di hadapan manusia. Inilah ilusi. Tipu daya dunia. Maka pemuda zaman adalah orang-orang sederhana yang tautan hatinya kuat melekat di atas langit bersama Sang Pencipta. Ia tetap bergaul dengan baik bersama manusia, tapi lebih memilih sunyi dalam perjuangannya mencari ridha Ilahi.

Pemuda zaman mungkin saja orang-orang “kecil” dalam struktur atau jabatan suatu organisasi atau jamaah. Tapi ia tak pernah berpikir atau berambisi menjadi petinggi. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana ia bisa berkontribusi secara maksimal di dalam jamaahnya. Mungkin yang dikerjakannya memang hal-hal yang dianggap orang kecil dan sepele. Tapi bukan itu yang ia pikirkan. Ia menyadari bahwa visi jamaahnya jauh lebih mulia dari dunia dan segala isinya. Bahwa visinya bersama jamaahnya jauh lebih besar dari ambisi-ambisi pribadinya. Maka ia memilih untuk tulus bekerja tanpa pamrih. Ikhlas semata-mata hanya karena Allah. “Biarlah tak ada orang yang memperhatikan, Allah yang Maha Tahu”, begitu gumam hatinya.

Karakter pemuda zaman yang lain adalah bahwa ia punya gairah yang besar untuk menjadi manusia pembelajar. Ia memandang bahwa proses belajar harus dilaluinya seumur hidup. Tak pernah ada kata berhenti karena berhenti belajar, berarti kematian. Allah telah mengaruniai ia dengan segala potensi yang bisa ia kembangkan tanpa batas. Ia selalu berpikir bahwa ia dan orang-orang berimanlah yang mendapatkan mandat dari Allah SWT untuk memimpin dunia ini. Karena ia meyakini bahwa agamanya memang dipilihkan oleh Allah untuk menjadikannya pemimpin di muka bumi. Sesungguhnya, risalah kedamaian, keadilan, ketentraman, kesejahteraan, dan keselamatan adalah muatan-muatan yang terkandung di dalam agamanya. Dan untuk itulah agama Islam diturunkan. Maka ia merasa terpanggil hatinya untuk mewujudkan misi-misi tersebut.

Pemuda zaman adalah orang-orang yang positif memandang kehidupan. Ia lebih memilih untuk terus bekerja tanpa pernah mau mengeluh seberapapun besarnya tanggung jawab yang ia pikul. Ia merasa bahwa dirinya jauh lebih besar ketimbang masalah-masalah yang ada. Dan bahwa Allah maha pembela orang-orang beriman. Maka ia yakin akan pertolongan Allah. Allah lah yang akan memenangkan dirinya dan agamanya di atas siapapun juga. Insya Allah.

kabar gembira semalem, akhirnya, remaja masjid deket rumah (remaja masjid jami nurul jannah), dibentuk kembali. seinget saya, sudah 9 (sembilan) tahun vakum yaitu pas saya kelas 3 (tiga) mts (setingkat smp). tentu saya senang, bahkan terharu. kenapa? buat saya, ini adalah kesempatan bagus untuk mensyiarkan islam di kampung saya plus menjadikan generasi-generasi muda kampung saya agar respek dengan agama mereka yaitu agama islam. karena saya meyakini, satu-satunya jalan keselamatan adalah ketika kita mau kembali pada ajaran islam yang lulus dan hanif serta mempraktekan dengan benar apa-apa yang ada di dalamnya. tentu tanpa memparsialkan islam dalam tataran prakteknya.

tapi tantangannya cukup berat. contoh, sewaktu pembentukan kembali remaja masjid yang digagas oleh ketua sementara pembangunan masjid (masjid kita lagi di renovasi yang konon membutuhkan dana hingga 6 miliar). awal-awal pembukaan saja, sewaktu memberikan motivasi pada sekitar 16 orang remaja, beliau bilang seperti ini: “orang-orang hebat yang ada di partai saya, partai yang warnanya kuning berlambangkan pohon beringin, mereka semua merintis karir berawal dari remaja masjid. ya kita sih kalo ada jabatan-jabatan nantinya, pasti akan kasih ke yang muda-muda. kita ini mah udah pada tua. buat kalian aja”. jleb.. saya tidak mau berkomentar lebih jauh. silakan teman-teman nilai sendiri.

belom lagi hal yang membuat saya tercengan bak orang bego ngeliat bidadari turun dari kayangan. ini lagi rapat nih di dalam masjid, seenak udelnya aja pada ngerokok ceplas ceplus udah kayak di warteg. dari ngerokoknya aja buat saya itu udah bermasalah, tambahan lagi ngerokok di dalam masjid, pas rapat pembentukan remaja masjid pula. astaghfirullah…

alih-alih membuka rapat dengan membaca ta’awudz dan basmalah, mereka malah membukanya dengan sama-sama menyulut sebatang rokok yang siap mengibarkan asap-asapnya sebagai panji pengibar semangat mereka untuk berdakwah. saya cuma bisa geleng-geleng kepala.

tapi, di atas kesemuanya itu, saya benar-benar bersyukur pada Allah SWT karena telah memberikan kesempatan pada saya dan teman-teman yang lainnya untuk menghidupkan kembali syiar islam di kampung saya. semoga ini menjadi amal bagi saya dan teman-teman remaja masjid yang lain yang mudah-mudahan nantinya bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak. amin

oh ya, melihat kondisi yang seperti itu, cukup tiga hal ini keinginan saya terhadap mereka:
1. remaja masjidnya pada rajin ke masjid. utamanya pas shalat lima waktu
2. gak ngerokok di dalam masjid kalo lagi rapat atau lagi kumpul-kumpul
3. ada minimal satu orang yang punya komitmen dengan tarbiyah

saya tidak mau mengawang-ngawang dulu melihat kenyataan, sang pawang merupakan kader salah satu partai sekuler yang sudah cukup exist di indonesia. dan kebanyakan remaja masjid yang ada, bergaulnya di lingkungan anak-anak muda yang hobinya: ngerokok, -maaf- minum, dll.

semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi langkah-langkah kita untuk menyemai peradaban islam di muka bumi-Nya. semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam berdakwah bagi agama-Nya. dan semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah-Nya pada kita semua. amin ya robal alamin.
mohon doanya ya kawan 😀


Total Kunjungan:

  • 659,178 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: