Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Tarbiyah

Iseng-iseng saya buatkan catatan materi “Memahami Dakwah dan Keutamaannya” yang akan saya sampaikan ke binaan-binaan saya di SMAN 13 Jakarta Utara. Mereka kelas tiga SMA sekarang. Mohon doa dari para pembaca sekalian agar Allah senantiasa memberikan hidayah utamanya pada saya dan binaan-binaan saya. Jzklh khairan katsir 🙂

Kenapa kita harus berdakwah?

“Nahnu Du’at Qabla Kulli Syai’in” (Kita adalah penyeru/dai sebelum menjadi apapun) –Syaikh Umar Tilmisani. Mursyid ‘Aam ke-3 IM-

Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa kita ini punya “profesi” sebagai seorang dai terlepas apapun pekerjaan atau aktivitas kita. Dan ini berlaku sampai kapanpun setelah kita Memahami Dakwah dan Keutamaannya.

Ikhwah fillah, mari kita lihat realitas masyarakat kita hari ini. Utamanya umat Islam. Pengangguran, kelaparan, pemerkosaan, pembunuhan, peperangan, pemurtadan,
tawuran, narkoba, tayangan-tayangan merusak, hutang negara yang setumpuk, korupsi, banjir, macet, dll.

Butuh orang-orang yang bisa memberikan telaga untuk kedamaian umat manusia. Dan orang itu adalah kita. Orang-orang yang telah terbina.

Dakwah harus dimulai dari diri kita sendiri. Dakwahi diri kita, keluarga kita, teman-teman kita, masyarakat kita. Biarlah Allah yang balas pahalanya.

Lantas, apa itu dakwah?
Menurut bahasa berasal dari kata “doa” yang berarti seru atau ajak
Menurut istilah berarti menyeru ataupun mengajak manusia untuk beriman dan beribadah kepada Allah SWT dengan melakukan perkara yang disuruh dan
meninggalkan laranganNya.

Dalam implementasi di kehidupan sehari-hari, kita kudu fleksibel dalam berdakwah. Dakwah harus sampai ke semua lapisan masyarakat, baik tua ataupun muda, kaya
ataupun miskin, pria ataupun wanita. Masing-masingnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda.

Pak Tiffatul Sembirin pernah bilang, “Yang harus kita sampaikan adalah: (1) Islam, (2) dakwah, dan baru (3) partai. Yang no. 3 hanya kendaraan untuk menyampaikan
yang no. 1 dan 2. Kalau yang no. 3 tidak dibicarakan, asal yang no. 1 dan 2 tersampaikan tak mengapa. Tapi kalau sebaliknya, tidak benar.”

Beberapa keutamaan dakwah?
1. Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)
Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf (12): 108).

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah mendakwahi (menyeru) kaumku malam dan siang. (Nuh (71): 5).

Cerita tentang dakwah Nabi Ibrahim kepada ayah dan kaumnya yang menyembah berhala terdapat dalam surat (Asy-Syuara (26): 69-82).

Cerita tentang dakwah Nabi Musa pada Fir’aun terdapat dalam surat (Az-Zukhruf (43): 46-47).

Cerita tentang dakwah Nabi Isa pada umatnya terdapat dalam surat (Az-Zukhruf (43): 63-64).

2. Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)
Kenapa? Karena esensi dari dakwah adalah menyeru manusia untuk taat pada Allah. Dan taat pada Allah adalah jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat (41): 33).

Sayyid Quthb rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Quran: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal shalih yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak
ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da’i kecuali menyampaikan. Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da’i kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran. Karena seorang da’i datang dan maju membawa kebaikan, sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi…” (Fi Zhilal Al-Quran 6/295).

3. Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim).
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad).
Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa: “Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu.”

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya  (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Berapakah jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini? Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan doa mereka semua!

Imam Tirmidzi setelah menyebutkan hadits tersebut juga mengutip ucapan Fudhail bin ‘Iyadh yang mengatakan:
“Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan (ilmunya) akan dipanggil sebagai orang besar (mulia) di kerajaan langit.”

4. Dakwah dapat menyelamatkan kita dari azab Allah swt (An-Najatu minal ‘Azab)
Tugas orang-orang beriman adalah berdakwah. Dan apabila dakwah telah disampaikan, maka terlepaslah tanggung jawabnya di hadapan Allah swt sehingga ia terhindar dari adzab Allah.

Dari Hudzaifah bin Yaman ra dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi, beliau berkata: hadits ini hasan).

5. Dakwah adalah Jalan Menuju Khairu Ummah (umat terbaik dan umat pilihan)
Rasulullah saw berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik sepanjang zaman dengan dakwah beliau. Dakwah secara umum dan pembinaan kader secara khusus adalah jalan satu-satunya menuju terbentuknya khairu ummah yang kita idam-idamkan. Rasulullah saw melakukan tarbiyah mencetak kader-kader dakwah di kalangan para sahabat beliau di rumah Arqam bin Abil Arqam ra, beliau juga mengutus Mush’ab bin Umair ra ke Madinah untuk membentuk basis dan cikal bakal masyarakat terbaik di Madinah (Anshar).

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran (3): 110).

Ayat lain tentang dakwah:

1. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali-Imran: 104)

Nah, ikhwah fillah sekalian, untuk bisa berdakwah, maka kita perlu bekal. Semakin banyak bekal yang kita miliki, semakin banyak yg bisa kita beri, semakin besar pula
kemungkinan dakwah kita berhasil.

Akan tetapi, dalam berdakwah, pegangan kita satu yaitu proses. Urusan hasil itu udah domainnya Allah. Yang harus kita lakukan hanyalah terus bekerja secara
maksimal disertai dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan menerima amal dakwah kita dan memberikan keberkahan pada
hidup kita. Aamiin 🙂

Setelah kita paham tentang dakwah dan keutamaannya, lantas apa yang harus kita lakukan?
1. Perbanyak bekal
2. Komitment dengan tarbiyah (liqo dll)
3. Mulailah membina
4. Jadilah pelopor kebaikan dimanapun kita berada: di rumah, sekolah, organisasi, masyarakat, dll
5. Ikhlaskan hasilnya pada Allah SWT

Sekian 🙂

PKS Marunda

tadi maen bola dengan anak-anak dari bambu kuning rw2, sungai tiram, marunda, jakarta utara. dari 12 orang anak usia sekolah smp-sma, dimana mereka ini masih dalam satu rt, cuma 3 orang yang masih sekolah. sisanya putus sekolah. alasan utamanya selain masalah dana yaitu tidak adanya motivasi dari lingkungan tempat dimana mereka tinggal sehingga mereka menggangap, buat apa sekolah? apa gunanya buat kami? toh si anu lulusan sma sama aja dengan kita-kita dan kebanyakan orang, MENGANGGUR. ironis.

tetapi ada hal penting yang perlu kita renungi di sini yaitu kenyataan bahwa suatu bangsa tidak akan bisa maju jika minat sekolah (belajar) anak-anak usia sekolahnya kecil atau bahkan hilang sama sekali. pendidikan (tarbiyah) adalah jawaban dari pertanyaan: “apa kunci dibalik kemajuan peradaban suatu bangsa?”.

dari tarbiyah (pendidikan) inilah segalanya bermula. dan memang ada benarnya perkataan, “tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa bermula dari tarbiyah”. so, tarbiyah adalah keniscayaan bagi umat manusia, lebih-lebih untuk rakyat indonesia dimana negara besar ini masih dalam posisi tertinggal cukup jauh dibandingkan dengan negara-negara maju yang lain.

PKS Marunda

PKS Marunda

share kata-kata encang Hasan Al-Banna tentang peran “agama” dalam kehidupan manusia. yang kita bicarakan di sini adalah islam. kenapa? karena “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. 3:19). encang Hasan berkata:

“Apakah Anda melihat sesuatu yang dapat menguasai jiwa manusia lebih kuat daripada agama? Apakah Anda membaca dalam sejarah umat manusia suatu faktor yang paling dahsyat pengaruhnya pada kehidupan masyarakat daripada agama? Dan apakah Anda menyaksikan suatu dampak dari kehidupan para filosof dan cendekiawan sehebat apa yang dimiliki para nabi dan rasul?”

encang Hasan benar. agama lah yang bisa membuat manusia sampai pada puncak kejayaannya. agama lah yang membuat manusia mampu mengerjakan hal-hal besar dalam hidup ini. dan agama lah yang bisa membuat manusia bahagia di dunia dan akhirat (dapet surga).

pesan: mari terus semangat untuk memperbaharui komitmen kita dengan agama (islam). amal itu terlaksana jika ada tancapan bara keinginan yang amat kuat di dalam qalbu. keinginan yang kuat itu adalah buah dari pikiran yang benar tentang agama. dan makanan pikiran adalah ilmu. mari terus menambah ilmu dan pemahaman kita tentang agama ini biar ada output (hasil berupa amal) dan outcome (dampak bagi diri kita sendiri) dalam kehidupan sehari-hari.

mau masuk UI atau masuk SMA favorit atau juara kelas? Les Privat di Accelera Plus aja. info kontak 02160930031 / 081314747309 / 089635795224. Cek di website http://les-private.com/. Follow @LesPrivatAplus 🙂

ada seorang teman, sma “jagoan”. kuliah pun masih “jagoan”. setelah lulus, kerja, punya gaji gede (karena gajinya lebih gede dibanding anak-anak fresh graduate yang laen), udah gak liqo. capenya lagi, pacaran. dinasehatin, eh dia malah bilang: “udah lah, sekarang gini, masing-masing urusan kita aja lah. gak usah ngurusin orang laen”.

lantas kemudian saya merenung, kenapa bisa begitu? apa yang menyebabkan sohib ini futur dari jalan dakwah. “dia udah enggak ngaji lagi akh”, tutur seorang teman yang laen. kemudian saya coba flash back ke belakang mengenang sohib yang semasa sma dan kuliah bisa dibilang “jagoan”. nih orang, ditimpa segala macam ujian dan cobaan dakwah, kuat deh dulu perasaan. tapi kenapa setelah lulus mudah sekali goyah.

oh iya, saya jadi teringat perkataan seorang guru: ujian terberat seorang aktivis itu bukan semasa ia sekolah atau kuliah, tapi justru setelah ia lulus (ujian berat sesungguhnya yang pertama) dan setelah ia menikah (ujian berat selanjutnya). apabila kedua ujian berat ini lulus, insyaAllah dia akan kuat dan tetap istiqomah menapaki jalan dakwah yang penuh onak dan duri ini.

kenapa sekolah dan kuliah belum bisa dijadikan barometer komitmen seseorang terhadap dakwah? jelas ini banyak faktornya. di sekolah dan kuliah kan segalanya serba teratur. antum di posisi ini. antum di posisi itu. dakwah kita sudah ada yang ngatur. jadi masih asik lah dakwah di kampus. palingan ujiannya ya kuliah itu sendiri. buat orang yang kuliahnya gak ada masalah, tentu dakwah di kampus memiliki kenikmatan yang luar biasa. di kampus juga masyarakatnya cenderung homogen. beda dengan masyarakat yang kita temukan setelah lulus kuliah. masyarakatnya cenderung heterogen. masa kuliah juga belom ada tuntutan pekerjaan (tuntutan maisyah/penghasilan). belom ada “gangguan-gangguan” dari istri dan anak-anak. belom juga dituntut oleh pihak keluarga dari orang tua dan mertua. semasa sekolah dan kuliah kan orang tua kita hanya membebankan kita akan satu hal: sekolah atau kuliah yang bener. setelah lulus?? beda kan??

mengenang sang sohib, saya jadi teringat perkataan alm ust Rahmat Abdullah: “manusia itu akan di uji di tempat terlemahnya dia”. sohib di atas, jelas telah diuji dengan pekerjaan (gaji gede). merembet hingga ke pacaran. entah nanti merembet lagi ke mana.

perihal menikah, biar lulus dari ujian suami/istri, seorang guru tak bosan-bosannya menasihati, “cari istri, kriteria utamanya antum harus liat dari tarbiyahnya. harus yang tarbiyahnya bener dan punya komitmen kuat dengan tarbiyah dan dakwah”. siap ustadz..hehehe…

ada lagi seorang teman yang curhat pada seorang guru, “bang, ane kangen ama dakwah semasa kuliah dulu. kayaknya jelas gitu kerjanya. setelah lulus, kok ane bingung yah mau kerja (dakwah) apa?”. sang guru hanya menasihati simpel, “muncul lah antum ke dpra tempat antum tinggal. insyaAllah banyak kerjaan di sana”. jlebbbb… dalem.

terakhir, mari kita berdoa pada Allah SWT semoga Ia menguatkan komitmen kita dengan dakwah ini. tentunya hingga akhir hayat. amin.

mengaji
sejauh apapun jaraknya, kan kususuri
demi mengharap ridah Illahi
dan surga jannati

ayo kawan, mari kita mengaji
demi kebaikan diri
dan bangsa kita ini
karena dengan mengaji, hari-hari kita berasa indah bak taman surgawi

siapa yang ingin mengaji?
tolong cung tangan dan kaki?
yang gak pengen ngaji?
ke laut aja kaliii….

tau gak agan n aganwati…??
dengan mengaji, diri kita ini seperti ada yang menjagai
bahkan tiap hari
pabila kita barengi dengan komitmen kuat berbaur niat ikhlas di hati

lewat pengajian ini
kita punya teman sejiwa hati yang mau berbagi
kala senang pun duka liri
enak kan bisa curhat dari hati ke hati??

belom lagi kalo udah bicara murabbi
duhhh… seneng deh bisa ketemu sama guru yang satu ini
udah baeekkk hati, gak sombong dan suka berbagi
pokoknya,,, the best lah gak ada yang nandingi

so, masih pikir panjang untuk mengaji?
kalo gitu, plis baca baik-baik kalimat ini:
MENGAJI MEMANG BUKAN SEGALA-GALANYA, TAPI PERCAYA DECH, SEGALA-GALANYA ITU BISA BERMULA DARI MENGAJI


Total Kunjungan:

  • 659,178 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: